Fermi paradox

 

 


 

Prolog : Klo kita melihat alam semesta yg kita ketahui saat ini kita akan menemukan fakta ada milyaran galaksi di alam semesta ini, lalu tiap galaksi itu memiliki jutaan bintang, dan tiap bintang itu mungkin memiliki banyak planet. Dengan jumlah galaksi, bintang, dan planet sebanyak ini kenapa alam semesta sunyi senyap dan kehidupan cuman ada di bumi doang ??

 

Klo kita berpegang ke rumusan “Drake Equation” harusnya kita dapetin hasil kurang lebih 1.000 sampe 1.000.000 civilization alien di galaxy bima sakti aja (karena bima sakti memiliki sekitar seratus juta bintang yg klo 1% aja yg berpenghuni maka setidaknya ada sejuta jenis alien sedangkan klo cuman 0,001% setidaknya ada sekitar seribuan alien di luar sana). Mosok dari segini banyak kemungkinan keberadaan alien di galaksi kita aja, kaga ada satupun yang nyasar ke sini, hal ini lah yg dulu di tanyakan oleh bapak bom atom dunia “Enrico Fermi” kala itu.

 

 

Drake Equation

 


 

 

 

Tahun 1964 “Nikolai kardashev” ilmuwan yang berasal dari rusia mengajukan proposal jenis-jenis peradaban yang ada di alam semesta ini (nantinya di kenal sebagai skala Kardashev).

Total ada 3 jenis peradaban yaitu :

 

Peradaban Tipe I : yaitu peradaban yang menggunakan planet sebagai sumber energi, bahkan cenderung menghabiskan sumber daya planet itu sendiri (kita mungkin berada disini, walopun belum sepenuhnya, Carl Sagan bilang peradaban manusia itu masih di kisaran 0.7)

 

Peradaban Tipe II : yaitu peradaban yang menuai energi dari bintang induk mereka. Bijimane caranya mungkin masih gelap untuk manusia, tapi seseorang bernama Freeman Dyson dengan berani-beraninya berteori. kalau peradaban tersebut membuat kubah segede gaban yang menutupi bintang, lalu mengubah radiasi panas dari bintang itu menjadi energi. Kubah ini dinamakan Dyson Sphere.

 

Dyson Sphere

 

Peradaban Tipe III : jauh lebih advance dari kedua peradaban diatas, nah peradaban tipe ini udah menuai energi dari seluruh galaxy mereka. Sifat dasar peradaban tipe III adalah ekspansif. dimana mereka akan membuat koloni-koloni di planet dan bintang yang ada di galaxy mereka.

 

 

 

Mulai dari peradaban tipe II ini memang cuman sebatas hipotesa doang, tapi kalolah kita anggap secara logis rentang waktu sebuah peradaban alien tipe II lompat dari satu sistem tata surya ke sistem laen adalah 500 tahun maka kurang lebih dalam 3.5 milyar tahun harusnya mereka udah nguasain seisi galaxy.

 

Kalau 1% aja dari 1.000.000 peradaban alien intelek di galaksi bima sakti ini survive cukup lama sampe masuk ke peradaban kategori III, hitungannya kurang lebih ada 1.000 peradaban tipe III di galaxy kita doang. Bagaimanapun, biar sedikit pastilah kita orang pinggiran galaksi (tata surya kita memang posisinya berada di pinggiran galaksi bima sakti) ini mendeteksi atau paling ngga merasakan kehadiran mereka. Tapi nyatanya kan, kita ga melihat apapun, ga mendengar apapun, dan ga dikunjungi siapapun. Hal ini lah yg dinamakan “The Fermi Paradox” atau bisa juga disebut silentium universi (silent universe) yg sejak lama membuat bingung para ilmuwan.

 


Jawaban sementara dari Fermi paradox.

 


GRUP 1 :  Tidak ada itu yang namanya Tipe II dan III peradaban, makanya ga ada tanda-tanda dari alien.
Grup ini menyatakan kemungkinan peradaban tipe I gak bakal sampe ke tipe II – III karena ada sesuatu yang menyebabkan peradaban tipe I gak bakal sampai ke tipe II apalagi tipe III, yang dinamakan teori “The Great Filter

 

 

Penjelasannya Pada suatu kurun waktu, semua peradaban berlomba-lomba berevolusi dari tipe 0 ke tipe diatasnya, sampai suatu saat mereka terbentur tembok yang memfilter sebagian besar dari mereka. yang memungkinkan cuma segelintir saja dari mereka yang bisa terus berevolusi ke tahap berikutnya.

 

Nah, kalo lah kita anggap teori ini bener. yang jadi pertanyaannya adalah, bilamana (kapan) The Great Filter ini terjadi ? Kalo kita berkaca ke peradaban manusia sendiri, lalu kita tanya kapan terjadi the great filter, maka jawabannya ada 3 kemungkinan yaitu : we’re rare, we’re first or we’re fucked.

 

A. We’re rare (kita salah satu dari sedikit mahluk yang berhasil melewati the great filter)
Disini kita anggap the great filter udah terjadi, ga tau entah itu saat kita melompat keluar kolam sup primordial dari bentuk protein organik yg evolusi ke mahluk hidup bersel tunggal sampai evolusi ke mahluk hidup sel banyak, atau sukses mengindari kepunahan dari event katatrospik yang lewat2 seperti gak punahnya mahluk hidup di bumi karena kejatuhan meteor Chicxulub segede gaban yg memusnahkan dinosaurus atau gak jadinya perang nuklir antara amerika dan uni-soviet saat perang dingin dulu. Ya kalo emang begini ceritanya, kita adalah pemenang. dan dengan kemajuan teknologi kita hari ini, bisa dibilang ga ada lagi yang bisa nahan kita untuk terus berkembang jadi tipe II dan III. Hipotesis ini didukung Peter Ward dalam bukunya Rare Earth.

We’re rare (kita salah satu dari sedikit mahluk yang berhasil melewati the great filter)

 

B. We’re first. (kita yang pertama melewati the great filter)
Sama dengan poin 1 diatas, cuma bedanya kali ini ada beberapa peradaban alien laen yang berhasil melompati the great filter, cuma sayangnya mereka mengekor di belakang kita. Kita tetep jadi pemenang. Breaking the filter bukan sekedar anomali, tapi cuma probability. dan walopun sempit probabilitanya, tapi kita berhasil sebagai yg pertama, itu sebabnya kita gak mendengar alien dari planet lain karena kita yg pertama jadi mahluk yg paling canggih.

We’re first. (kita yang pertama melewati the great filter)

 

C. We’re fucked. (kita sebenarnya belom melewati the great filter)
Kemungkinan paling jelek adalah The Great Filter bagi mahluk hidup dibumi belum terjadi alias kiamat bumi belom datang. Seperti asteroid Chicxulub yg memusnahkan dinosaurus itu masih kecil dan di luar sana ada asteroid yg ukurannya jauh lebih besar lagi sedang menuju bumi, bumi belum pernah kena pancaran gamma burst ray atau supernova dari bintang lainnya, atau yang paling extreme adalah semua kehidupan dirancang untuk self destruct entah karena faktor biologis atau faktor kegilaan kita sendiri yg bisa berperang menggunakan nuklir yg bisa menghancurkan bumi ini sendiri.

We’re fucked. (kita sebenarnya belom melewati the great filter)

 

 


Grup 2: adalah kebalikan dari grup 1, yang menyatakan Tipe II dan III ada, tapi ada beberapa alasan logis kenapa kita ga dengar apa-apa dari mereka. Group ini tidak menggunakan teori The Great Filter, dan menyatakan evolusi itu terjadi ubiquitous (terjadi dimana saja) dan lumrah. peradaban manapun bisa menjadi tipe I/II/III.

 

Grup ini mengajukan beberapa kemungkinan antara lain:

 

1. Entitas super intelek kemungkinan udah pernah ke bumi, tapi pada zaman dahulu kala. Logikanya sederhana, manusia pinter kaya gini baru berapa lama sih ?? paling lama 100.000 tahunan yang kalo dibandingin ama skala usia alam semesta yg berusia 14.000.000.0000 tahun ga ada seujung kukunya peradaban manusia ini. Jadi kalo emang kehidupan alien lain udah berevolusi milyaran tahun lalu, bisa jadi mereka udah pernah ke bumi dulu kala saat spesies manusia belum ada (bisa jadi pas mereka kesini dulu, planet ini masih dipenuhi raptor sama t-rex jadinya mereka pergi lagi karena merasa planet ini cuman di penuhi kadal2 bodoh)

 

 

2. Bumi ada di daerah pinggiran. Analoginya, kalau yang rame banyak manusianya itu Jakarta, bumi itu ada di Boven Digoel di Papua sono. Sebenernya ini sama dengan teori dasar Urban Planning yang mengatakan sebaran Central Bussines District itu teraglomerasi (bergumpal) ke pusat kota alias yg rame itu di tengah kota klo pinggiran mah sepi. Hal itu mungkin saja benar soalnya tatasurya kita yg berisi bumi ini berada di bagian pinggir galaksi bima sakti.

 

 

3. Peradaban tipe III gak mau campur urusan peradaban primitif. Coba bayangin, peradaban tipe II atau III udah advance, mereka udah bisa menuhin semua kebutuhan mereka tanpa harus kemana-mana, ngapain lagi ngurusin manusia dan bumi yang masih primitif dan gak penting ??? Atau mungkin juga mereka udah naik level jadi the elevated one (semacam goal semua mahluk hidup) seperti mereka udah ga tinggal lagi di dimensi fisik, mereka udah nanggalin atribut fisik mereka dan cuma tinggal kesadaran murni, semacam menjadi dewa yg gak perlu makan, minum, dan hampir abadi (imortal).

 

 

4. Galaxy dalam perang bintang. Kenapa kita ga dengar sinyal apa-apa dari luar sana, karena semua orang lagi ngumpet diplanet mereka masing-masing. cuma ada satu mahluk idiot bernama manusia terus menerus ngirim sinyal ke luar angkasa karena gak tahu sedang ada perang. Beberapa film hollywood udah mengambil tema ini, macam Battleship dan Avenger. Embah Stephen Hawking sendiri udah wanti-wanti, agar manusia jangan bikin kontak sama sekali sama alien, ini sama aja ngundang maut. Karena hal ini akan mirip dengan peradaban aztec dulu yang hancur didatengin penjajah spanyol karena kalah persenjataan, dimana Aztec cuman punya panah dan tombak sedangkan spanyol punya bedil dan meriam, nah nah nasib kita bakalan mirip kayak aztec entar klo ketemu alien canggih.

 

 

5. Ada satu peradaban alien super yang dominan di galaxy. Ini macam film highlander “There can be only one”, jadi satu peradaban ini bakal dateng ngancurin semua peradaban yang dianggap mengancam peradaban mereka. Nah kita di bumi ini mungkin lagi hoki belum sampai gilirannya di datangin dan di hancurkan oleh mereka.

 

 

6. Manusia terlalu primitif untuk berkomunikasi. Oke siapa bisa kasih garansi kalo alien masih pake teknologi kuno bernama radio??? bahkan dalam usianya yang belom ada 200 tahun, kita sendiri udah menganggap teknologi radio ini udah kuno. Udah terganti sama laser, fiber optic, microwave, dll. Nah disene masalahnya SETI (lembaga pencari kehidupan cerdas di luar angkasa) masih pake radio kuno kok untuk cari alien. bisa jadi, alien udah pake teknologi Subspace atau quantum network buat berkomunikasi, tapi kitanya aja yang belom tau gimana cara dengernya. Salah satu ilmuwan terkenal “Michio Kaku” pernah menganalogikan hal ini seperti : manusia tidak ubahnya semut yg sedang mencari jalan setapak untuk jalan kesarangnya, tapi sama sekali tidak sadar ada jalan layang 10 jalur disamping sarang mereka.

 

 

7. Kita sudah mendapat kontak, Tapi pemerintah menyembunyikan kenyataan ini. Yg ini pasti kaporitnya penganut teori konspirasi (semacam area 51, penampakan UFO, man in black, dll).

 

 

8. The Prime Directive. Diantara semua pilihan, ini adalah pilihan yang paling masuk akal. Teori ini intinya adalah : semua alien cerdas diluar sana sudah berkongsi satu sama lain, dan membentuk federasi. Lalu untuk melindungi keragaman kultural, mereka menerapkan sebuah peraturan ketat untuk tidak melakukan kontak kepada peradaban dibawah tipe II. Alasannya banyak, ya selain keragaman kultural itu sendiri, hal lainnya adalah karena ketidak-siapan peradaban primitif itu ketemu peradaban canggih tipe II dan III. Nah simplenya kalo ga ada prime directive ini, bisa jadi dengan enaknya peradaban alien yg lebih tinggi menjajah dan menghancurkan peradaban alien lainnya yg lebih rendah (macam Navy Seal dengan persenjataan lengkap, lawan suku terasing amazon yang masih pake tombak), maka bisa habislah peradaban lebih rendah di galaksi ini. Hal ini yang ingin dijaga oleh federasi. Nah film Star trek tampaknya mengadopsi sudut pandang ini dalam alur filmnya.

 

 


Grup 3: Tidak ada itu yang namanya teori2 diatas bahkan yg namanya realitas pun gak ada karena manusia sebenarnya hidup dalam simulasi komputer (Simulation Theory).

 

Teori ini ayaknya ngawur banget dan sangat fantastis, tapi jangan salah loh. Teori ini beneran ada paper ilmiahnya, bahkan penulisnya orang Oxford lagi (salah satu kampus terbaik bagi orang2 cerdas) namanya “Nick Bostrom” bahkan sebangsa “Elon Musk” pun percaya dengan teori ini. Menurut si Nick sebenarnya ada entitas super cerdas di sebuah universe yang sedang membuat simulasi alam semesta, yaitu alam semesta yang kita tinggali sekarang. Nah sayangnya entitas super cerdas ini baru memprogram manusia dan mahluk dibumi doang, belum ada alien lainnya di planet lainnya. Manusia dan mahluk hidup lainnya di bumi ini cuman seperti karakter di sebuah game, sedangkan luasnya alam semesta cuma berupa hologram aja,

 

Menurut teori ini sebenarnya alam semesta ini cuman simulasi terbatas. Semacam game atau film Matrix gitu. Nah entitas super cerdas ini bisa dianggap tuhan atau alien yg sudah mencapai taraf terlepas dari dimensi ruang-waktu, mereka mungkin membuat simulasi manusia dan mahluk di bumi cuman untuk iseng atau untuk bahan percobaan mengamati mahluk material doang. How knows ??

 

 


 

 

Silahkan tulis komentar