Benarkah Palestina Kehilangan Tanah Karena Dicaplok Israel ??

 


 

Kita mungkin sering melihat meme atau gambar seperti di gambar 1 yg menunjukan seakan2 tanah Palestina abis di caplok oleh Israel.

 

Padahal faktanya tidak seperti itu, justru mungkin sebaliknya. Dibawah ini ane jelaskan urutan sejarahnya secara sederhana lengkap dengan sumber rujukan sejarahnya biar gak dikata hoax.

 


 

1.  Pada awalnya daerah Palestina dan Israel itu tidak ada. Daerah yg sekarang jadi Palestina dan Israel itu dulu tanah yg di kuasai oleh Turki Otoman (kekalifahan Utsmaniyah).

 

Nama Palestina yg digunakan sekarang gak ada hubungannya dengan bangsa filistine jaman lampau seperti yg diceritakan dalam alkitab, karena bangsa filistine lampau sebenarnya berasal dari Yunani bukan dari Arab.

 


 

2.  Nantinya saat Turki Otoman runtuh dari dalam, karena faktor korupsi, kemiskinan, kebodohan, kebobrokan, dan kalah perang (Turki dalam perang dunia 1 dan 2 berpihak kepada Jerman, dan sialnya Jerman kalah di gebukin koalisi Inggris, Prancis, Rusia, dan Amerika).

 

Karena hal inilah nantinya Turki Otoman bubar dan daerah kekuasaanya di kawasan timur tengah menjadi tanah gak bertuan semua. Di tengah vacum kekuasaan inilah banyak negara2 Arab akhirnya bisa memerdekakan dirinya dari cengkraman Turki Otoman

 

(bagi yg gak tahu penjajah di timur-tengah itu bukan bangsa Eropa tapi justru Turki Otoman, bahkan Arab Saudi itu sebenarnya merdeka dari penjajahan Turki Otoman bukan dari penjajah eropa dan yg bantu Saudi biar bisa merdeka justru Inggris).

 

Tapi selain banyak negara Arab yg memerdekakan diri ada beberapa kawasan yg tidak bertuan nantinya akan di kuasai oleh Inggris dan Prancis sebagai negara pemenang perang dunia. Nah daerah Palestina dan Israel itu dulunya dibawah kekuasaan mandat Inggris.

 


 

3.  Nantinya di jaman mandat Inggris inilah banyak pengungsi Yahudi dari eropa masuk ke daerah Palestina dan Israel. Hal ini karena kehidupan mereka di eropa hancur berantakan setelah digenosida oleh rezim Naz1 Jerman, selain itu mereka juga meyakini klo daerah Palestina dan Israel itu adalah tanah yg dijanjikan kepada leluhur mereka jaman dulu.

 

Dan hal ini juga di dukung oleh Inggris yg saat berakhirnya perang dunia ke 2 dipusingkan oleh banyaknya pengungsi Yahudi, selain itu juga banyak orang2 Arab dikawasan ini yg menjual tanahnya kepada pengungsi Yahudi eropa karena daerah ini miskin dan mereka berencana pindah ke daerah kerajaan2 dan negara2 Arab yg saat itu baru bermunculan.

 

(narasi sejarah tentang orang2 Yahudi yg membeli tanah dari orang2 Arab ini umumnya dihilangkan atau tidak di tunjukan oleh media2 mainstream, sehingga membuat banyak orang beranggapan orang2 yahudi ujug2 datang dan menguasai tanah orang2 arab sehingga muncul anggapan orang Yahudi mengambil tanah orang Arab, padahal narasi sejarahnya tidak sesederhana itu)

 

Semua hal ini menyebabkan terjadinya eksodus besar2an pengungsi Yahudi eropa ke daerah ini. Nantinya hal ini bikin masalah baru dimana sering terjadi gesekan antara orang Arab yg memilih menetap di daerah ini dan orang Yahudi pendatang dari eropa, sampai terjadinya berkali2 kerusuhan besar yg mengakibatkan banyaknya korban jiwa.

 


 

4.  Nantinya karena pusing mengurusi pertikaian orang Arab dan Yahudi ini, Inggris mengembalikan mandatnya ke PBB. Nah nantinya daerah ini dikuasai oleh PBB yg kemudian membentuk aparat keamanan untuk mengembalikan ketertiban. Selain itu untuk mencegah terulangnya kerusuhan besar akhirnya PBB mengeluarkan Resolusi 181 (Partition Plan 1947) yg intinya membagi kawasan ini menjadi 3 wilayah dan negara yaitu :

 

A. kawasan Barat untuk orang Yahudi yg mau mendirikan negara Israel.
B. Kawasan Timur untuk orang Arab yg mau mendirikan negara Palestina.
C. Serta kawasan kota tua Yerusalem (paling tengah) yg tidak boleh di kuasai siapapun, tapi langsung dibawah perlindungan PBB karena kawasan ini adalah kawasan suci 3 agama besar abrahamic yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi.

 


 

5.  Orang2 Yahudi setuju dengan rencana ini dan satu tahun setelahnya membentuk negara Israel. Tapi koalisi negara2 Arab menolak resolusi PBB ini dan tepat 1 hari setelah Israel memproklamasikan kemerdekaanya, negara ini di serang dan di keroyok oleh gabungan negara2 Arab dan militan Islam, sekaligus mencaplok keseluruhan wilayah kota tua Yerusalem yg harusnya tanah netral dan udah dibagi PBB untuk umat Yahudi, Kristen, dan Islam.

 

Dalam perang ini Israel melawan sekaligus Mesir, Yordania, Irak, Suriah, yg dibantu Libanon, Arab Saudi, Yaman, Sudan, dan kelompok militan Ikwanul Muslimin dan Mujahidin. Tapi walaupun di keroyok negara2 Arab dan Militan Islam, Israel berhasil menang dalam perang ini. Nantinya perang ini disebut sebagai perang kemerdekaan Israel atau perang Arab-Israel pertama.
Karena menolak resolusi Resolusi 181 (Partition Plan 1947) ini dan kalah perang maka orang2 Arab banyak kehilangan tanahnya setelah di caplok Israel. Daerah orang2 Arab ini sendiri sendiri nantinya di kuasai oleh 3 negara yg saling berlomba untuk mengalahkan israel yaitu Mesir, Yordania, dan Suriah.

 

Perang besar Arab-Israel sendiri terjadi sampai 3x dengan berberapa kali konflik kecil lainnya. Tapi hampir semuanya dimenangkan oleh Israel yg membuat orang2 Arab semakin kehilangan tanahnya karena kalah perang dan tanahnya di caplok Israel terus sebagai pemenang perangnya.

 


 

6.  Nantinya setelah perang 6 hari 1967 dan perang Yom kippur (perang Ramadhan) 1973 daerah Israel sebenarnya menjadi semakin luas bahkan mampu mencaplok sebagian besar wilayah Mesir, Yordani, dan Suriah yg saat itu merupakan pihak yg kalah perang.

 

Tapi nantinya berkat tekanan Amerika, Inggris, dan Prancis yg memaksa Israel harus mengembalikan daerah Sinai ke Mesir dan dataran tinggi Golan ke Suriah dan Yordania. Amerika, Inggris, dan Prancis menekan Israel karena koalisi negara2 Arab (liga Arab) mengancam akan membatasi ekport migas mereka dan menutup terusan Suez, bila Israel tidak mengembalikan tanah yg mereka caplok dalam perang 6 hari dan perang Yom kippur. Dimana pembatasan ekport migas dan penutupan terusan Suez ini pasti akan merugikan industri dan perdagangaan Amerika, Inggris, dan Prancis, oleh sebab itu Amerika, Inggris, dan Prancis beramai2 menekan Israel agar mengembalikan tanah orang2 Arab yg dicaploknya pasca kemenangan dalam 2 perang Arab-Israel. Akhirnya Israel memang mengembalikan daerah Sinai dan Golan ke Mesir dan Yordania tapi tidak ke Suriah, karena Suriah menolak berdamai dengan Israel. Israel juga menolak mengembalikan Yerusalem karena merasa ini kota suci mereka dan mereka diserang duluan saat perang Arab-Israel dulu.

 


 

7.  Setelah perjanjian camp David 1982 Israel akhirnya mengembalikan sebagian besar tanah orang2 Arab. Dan pada tahun 1988 akhirnya orang2 Arab memrpoklamasikan kemerdekaanya sebagai sebuah negara merdeka yg bernama Palestina, tapi saat itu wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza masih dibawah kekuasaan dan kontrol Israel.

 

Nantinya saat perjanjian Oslo tahun 1993 sampai 2000, Israel memberikan wilayah Tepi Barat kepada Palestina dibawah kontrol Fatah, dan pada perjanjian Unilateral 2005, Israel memberikan wilayah jalur Gaza kepada Palestina dibawah kontrol Hamas.

 

 


 

Jadi dari sejarah ini sebenarnya justru Israel lah yg banyak kehilangan wilayahnya walaupun berkali2 memenangkan perang dengan negara2 Arab.

BTW : Fakta ini mungkin tidak menyenangkan bagi sebagian orang Indonesia tapi masalahnya fakta tetaplah fakta ente mau suka mau enggak sejarahnya memang begitu.

 


Sumber :

Keep Reading

Previous

Comments

Silahkan tulis komentar