Tuhan Spinoza, Tuhannya Kaum Berfikir

 

 

 


 

Kmrn ane ada menulis tentang Paradox Epicurus tentang Problems of Evil yg memang tidak akan bisa di jawab klo kita memakai pendekatan tuhan personal ala agama2 abrahamic atau agama2 mainstream. Karena akan menghasilkan paradox : dimana Tuhan pasti sumber semua hal termasuk juga sumber semua kejahatan karena dia maha segalanya , tapi uniknya di agama2 abrahamic atau agama2 mainstream simbol kejahatan justru ditimpakan kepada iblis bukannya tuhan

 

itu sebabnya dulu Sidartha Gautama menghindari tentang pembahasan ketuhanan karena ini akan menjadi masalah pelik bila berhadapan dengan paradox seperti Paradox Epicurus ini dan itu sebabnya ajaran budha awal, tuhanya gak jelas bahkan bisa di bilang Buddha sebenarnya agama yg tidak mengenal tuhan dengan sifat personal.

 


 

 

Tapi nanti di abad ke 18 seorang filsuf terkenal dari belanda yg bernama Baruch Spinoza yg berhasil menjawab pertanyaan Epicurus ini dengan mengambil sudut pandang di luar kotak yaitu :

 

Dia menganggap tuhan pastilah muara semua hal termasuk kebaikan dan keburukan, dan karena dia adalah muara segala hal tentunya dia haruslah lepas dari standar moralitas manusia tentang baik dan buruk. dan satu2 nya hal yg bisa lepas dari standar moralitas manusia adalah alam semesta ini sendiri. dimana alam semesta punya hukumnya sendiri yg tidak tergantung dengan kemauan maupun penafsiran ego manusia.

 

seperti contohnya : terjadi bencana alam atau wabah di suatu daerah itu bukan tentang orang daerah tersebut dapat azab cuman lantaran gak beriman kepada tuhan agama A dan lebih memilih beriman kepada dewa agama B, sama juga seperti suatu daerah yg beriman kepada tuhan agama C di landa bencana mungkin bagi penganut agama C itu dianggap cobaan sedangkan bagi umat agama D itu dianggap azab.

 

Pandangan seperti ini adalah pandangan subjektive penganut tuhan personal dimana tuhan di citrakan cuman membela masing2 umat agamanya saja dan melaknat umat agama lainnya. dan hal ini menurut Baruch Spinoza bukan tuhan yg maha segalanya karena subjektive dan kekanak2an.

 


 

 

 

Menurut Spinoza Tuhan yg maha segalanya tentunya adalah tuhan yg gak terikat hukum dan standar agama yg di buat manusia, dia bekerja dengan hukumnya sendiri bukan mengikuti apa kemauan manusia dan alam semesta memang berprilaku seperti itu sebenarnya

 

Dimana alam semesta bisa membuat bencana alam atau kehidupan bila hukum alam yg mendukungnya terpenuhi, seperti contohnya :

 

Tsunami terjadi bila hukum alam tentang gempa, perubahan geologi dan patahan sesar terpenuhi, alam gak peduli yg kena tsunami mau umat agama A, B, C, atau D. Sama seperti baru2 ini di daerah gurun paling tandus dan paling mematikan di muka bumi yg bernama death valley malah bisa tumbuh bunga2 hijau karena hukum alam yg mengatur tentang hujan, angin, dan sebaran benih bunga terpenuhi, alam gak peduli umat agama A, B, C, atau D mengclaim tumbuhnya bunga di death valey adalah tanda mukzijat agamanya.

 

Itu sebabnya dulu banyak filsuf dan ilmuwan beranggapan bahwa tuhan itu “ya alam semesta ini sendiri” karena alam semesta mewakili penciptaan dan pemusnahan, mewakili kebaikan dan keburukan, mewakili hidup dan kematian, serta mewakili awal dan akhir.yg tidak terikat pandangan subjektive manusia.

 

Pandangan ini nantinya dikenal sebagai dasar pandangan Pantheisme dimana inti dari padangan ini adalah : “Tuhan sebenarnya adalah alam semesta ini sendiri beserta hukum2 alam yg berlaku di dalamnya” atau biasa di sebut sebagai konsep Tuhan Spinoza.

 


 

Panteheisme sendiri sebenarnya pandangan yg sudah cukup lama ada bahkan lebih tua dari agama2 abrahamic sendiri karena sejak jaman mahabrata dan taoisme sudah ada pandangan semacam ini, bahkan tokoh Vyasa dalam epos mahabarta atau Lao Tzu sang pendiri taoisme itu juga bisa di kategorikan pantheisme karena mereka percaya dengan kekuatan dan harmoni alam. Tapi nanti pandangan ini disempurkan oleh filsuf barat dengan memasukan pandangan logika untuk menjawab paradox Epicurus.

 

Dan pandangan Pantheisme gaya baru ini dianut oleh banyak orang2 besar dalam sejarah dunia seperti Baruch spinoza, pendeta Giordano Bruno, Beethoven, Hegel, Nietzhe, Tesla, sampai dengan tokoh legendaris Albert Einstein.

 

 


 

 

Sumber :

https://plato.stanford.edu/entries/spinoza/

http://www.philosophypages.com/ph/spin.htm

https://www.britannica.com/biography/Benedict

https://www.theguardian.com/commentisfree/belief

http://www.pantheism.net/paul/history/spinoza.htm

 

https://en.wikipedia.org/wiki/Baruch_Spinoza

https://en.wikipedia.org/wiki/Pantheism

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_pantheists

https://en.wikipedia.org/wiki/Religious_and_philoso

 

Keep Reading

PreviousNext

One thought on “Tuhan Spinoza, Tuhannya Kaum Berfikir

Silahkan tulis komentar